PUASA ARAFAH
Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada
hari Arafah yakni tanggal 9 bulan Dzulhijah pada kalender Islam
Qamariyah/Hijriyah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi kaum Muslimin yang tidak
menjalankan ibadah haji.
PUASA TARWIYAH
Tarwiyah berkaitan erat dengan peristiwa yang dialami Nabi
Ibrahim AS yang bermimpi diperintah Allah untuk menyembelih putranya, Nabi
IsmailAS.Pada hari itu, hari ke-8 bulan Dzulhijjah, ia merenung dan berpikir (rawwa-yurawwi-tarwiyah)
tentang takwil mimpi menyembelih putra kesayangannya sendiri. Pada hari ke-9,
ia mendapati takwil mimpi yang membuatnya tahu (‘arafa) akan makna mimpi tersebut, sehingga disebut dengan
Hari Arafah. Sedangkan pada hari ke-10, ia melaksanakan perintah dalam mimpi
itu, yakni menyembelih (nahara) putranya, sehingga disebut hari Nahr.
Adajuga pendapat yang mengatakan, dinamakan hari Tarwiyah
karena pada hari itu orang-orang mengenyangkan diri dengan minum air (rawiya, irtawa)
untuk persiapan ibadah selanjutnya.
1. Barang siapa yang menjalankan Puasa Tarwiyah akan dihapus dosa satu tahun silam yang telah terlewati.
2. Sedangkan yang berpuasa di hari arafah akan dihapus dosa dua tahun (1 tahun lalu dan 1 tahun yang akan datang)
3. Dan yang melaksanakan dua puasa ini akan dianugrahi oleh Allah SWT dengan 10 macam kemuliaan, yaitu: Allah akan memberi keberkahan pada umumnya; Allah akan menambah harta; Allah akan menjamin kehidupan rumah tangganya; Allah akan membersihkan dirinya dari segala dosa dan kesalahan yang telah lalu; Allah akan melipatgandakan amal dan ibadahnya; Allah akan memudahkan kematiannya; Allah akan menerangi kuburnya selama di alam Barzah; Allah akan memberatkan timbangan amal baiknya di Padang Mahsyar; Allah akan menyelamatkannya dari kejatuhan kedudukan di dunia ini; Allah akan menaikkan martabatnya di sisi Allah SWT.

0 Response to "3 Keutamaan Puasa Tarwiyah Dan Arafah"
Posting Komentar